Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Oct 8, 2009

Ilmuwan-ilmuwan Muslim : Pelopor Hebat di bidang Sains Modern


Apa hubungan antara shalat dan ilmu astronomi serta trigonometri?

Mengapa penemuan kertas mendorong kemajuan sains Islam zaman pertengahan?

Apa kaitan aljabar dan hak waris?

Warisan sains Islam zaman pertengahan yang paling dikenal hingga saat ini adalah sistem angka Arab. Sistem angka yang juga digunakan di negara-negara Barat, mengalahkan sistem angka Romawi. Namun buku ini menunjukkan bahwa sains Islam jauh lebih hebat dari pada hanya sistem angka, dan bahkan sangat berpengaruh sehingga menjadi dasar sains Eropa Barat yang muncul belakangan.

Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Zarqali, dan masih banyak ilmuwan Muslim lainnya begitu terkenal di dunia ilmiah Eropa karena karya-karya mereka menjadi acuan sains Eropa. Buku kedokteran al-Qanun fi al-Thibb karya Ibnu Sina menjadi standar sejumlah universitas di Eropa selama berabad-abad. Buku al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l muqabala karya Al-Khawarizmi menjadi dasar aljabar modern. Dalam buku ini, Ehsan Masood memperlihatkan mengapa imperium Islam berhasil memajukan sains sehingga menghasilkan karya-karya yang menakjubkan bahkan untuk ukuran masa kini. Dan lewat buku ini kita bisa mengetahui bahwa keyakinan bergama serta ajaran agama bisa menjadi pendorong kemajuan sains Islam dalam banyak disiplin ilmu.

Sep 20, 2009

Happy Eid Mubarak 1430H !



Aug 31, 2009

Keren, Mahasiswa Gaza Bisa Buat Mobil Sendiri


Sebuah tim yang terdiri dari beberapa mahasiswa Universitas Khan Younes, Gaza, berhasil membuat inovasi dan menatah prestasi yang mencengangkan: mereka mampu membuat mobil sendiri. Mobil tersebut bekerja dengan mesin diesel dan dinamo elektronik, serta dibuat dari sisa-sisa onderdil mobil tua dan bobrok.

Meski mobil hasil kreasi mereka terbilang rakitan, namun tentu saja ini adalah prestasi yang sangat membanggakan. Pasalnya, mereka berinovasi di tengah kecamuk kondisi Gaza yang remuk redam akibat penjajahan, blokade, dan agresi Israel.

Ide awal dari kreasi itu bermula dari gagasan cemerlang dekan fakultas teknik Universitas Khan Younes, Dr. Ghassan Abu Araf, yang berangan-angan kampusnya bisa ikut serta dalam kompetensi pembuatan mobil taraf internasional yang rutin digelar setiap tahunnya di Inggris.

Namun, Abu Araf mendapat banyak kendala untuk keikut sertaan fakultas binaannya dalam sayembara itu karena beberapa kendala. Selain karena minimnya fasilitas teknologi di Gaza, kondisi wilayah itu yang carut-marut, juga karena sayembara itu menstandarkan hasil kreasi yang diikutsertakan berupa mobil bertenaga cahaya, bukan lagi elektronik.

Akhirnya, gagasan dan semangat kreatif Abu Araf untuk dapat membuat mobil sendiri itu pun ia sampaikan kepada para mahasiswanya. Mereka pun menyambut baik dan dimulailah proyek kerja bareng ini.

Sejak awal mula penggarapan, para mahasiwa sudah menampakkan keoptimisannya jika mereka bisa membuat mobil rakitan. "Kami yakin kami mampu membuatnya jika dikerjakan dan dijalani dengan serius dan telaten," tutur Ahmad Shaydam, ketua tim.

Selain itu, tutur Shaydam, tim juga terdorong oleh semangat kuat ingin membuktikan kepada dunia, bahwa sekalipun Gaza terpuruk dan hancur akibat blokade dan agresi Israel, namun tidak menjadikan orang-orang Gaza mengangkat bendera putih, apalagi menjadi kambing congeknya Israel.

"Dan melalui karya, kami hendak curi perhatian dunia agar lebih dapat melihat kami," tambah Shaydam.

Dan, simsalabim, setelah kerja keras yang dilaluinya enam bulah, akhirnya lahirlah kreasi cerdas para mahasiswa Gaza ini.

Shaydam mengisahkan, bahan utama "jeroan" mobil kreasi timnya itu merupakan ramuan dari sisa-sisa onderdil mobil tua dan bobrok yang sudah tidak dipakai, beberapa di antaranya diambil dari bangkai mobil yang menjadi korban serangan Israel.

Setelah selesai merancang bagian dalam, tim mahasiswa itu pun mulai merancang struktur bagian dan tampilan luar mobil yang memakai bahan fiberglas.

"Alhamdulillah, mobil ini mampu berjalan hingga kecepatan 100 KM/jam," terang Shaydam.

Ditambahkan Shaydam, biaya yang dihabiskan untuk membuat mobil rakitan timnya ini pun tak banyak, hanya sekitar 4000 dolar Amerika saja, atau setara dengan 40 juta rupiah.

Tentu saja, pihak yang pertama kali terbelalak atas kreasi para mahasiswa Gaza ini adalah para saudaranya sesama negara-negara Arab, terlebih lagi Arab Teluk seperti Saudi Arabia, yang nota benenya adalah negara kaya raya namun miskin kreasi.

sumber : eramuslim.com

Jul 30, 2009

Matematika Gaji dan Logika Sedekah

oleh Abdul Muttaqin

Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar.

Kami bertemu dalam satu forum pelatihan profesi keguruan yang diprogram sebuah LSM bekerja sama dengan salah satu departemen di dalam negeri. Tapi, saya justru mendapat banyak pelajaran bernilai bukan dari pelatihan itu. Melainkan dari pria ini.

Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan. Karena penampilannya rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak seperti yang saya duga, Mas Ajy berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh dari mapan. Sungguh kontras kenyataan hidup yang dialaminya dengan sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas saya lihat dan saya pahami dari beberapa kali perbincangan yang kami bangun.

Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi dan memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu sekolah dengan sekolah lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami masing-masing. Hampir tidak ada perbedaan mencolok.

Kami sama-sama "guru" yang "katanya" pahlawan tanpa tanda jasa. Yang membedakan sangat mencolok antara saya dan Mas Ajy adalah sikap hidupnya yang amat berbudi. Darinya saya tahu hakikat nilai di balik materi.

Penghasilannya sebulan sebagai guru kontrak tidak logis untuk membiayai seorang isteri dan dua orang putra-putrinya. Dia juga masih memiliki tanggungan seorang adik yang harus dihantarkannya hingga selesai SMA.

Sering pula Mas Ajy menggenapi belanja kedua ibu bapaknya yang tak lagi berpenghasilan. Menurutnya, hitungan matematika gajinya barulah bisa mencukupi untuk hidup sederhana apabila gajinya dikalikan 3 kali dari jumlah yang diterimanya.

"Tapi, hidup kita tidak seluruhnya matematika dan angka-angka. Ada dimensi non matematis dan di luar angka-angka logis."

"Maksud Mas Ajy gimana, aku nggak ngerti?"

"Ya, kalau kita hanya tertuju pada gaji, kita akan menjadi orang pelit. Individualis. Bahkan bisa jadi tamak, loba. Karena berapapun sebenarnya nilai gaji setiap orang, dia tidak akan pernah merasa cukup. Lalu dia akan berkata, bagaimana mau sedekah, untuk kita saja kurang."

"Kenyataannya memang begitu kan Mas?", kata saya mengiayakan. "Mana mungkin dengan gaji sebesar itu, kita bisa hidup tenang, bisa sedekah. Bisa berbagi." Saya mencoba menegaskan pernyataan awalnya.

"Ya, karena kita masih menggunakan pola pikir matematis. Cobalah keluar dari medium itu. Oke, sakarang jawab pertanyaan saya. Kita punya uang sepuluh ribu. Makan bakso enam ribu. Es campur tiga ribu. Yang seribu kita berikan pada pengemis, berapa sisa uang kita?"

"Tidak ada. Habis." jawab saya spontan.

"Tapi saya jawab masih ada. Kita masih memiliki sisa seribu rupiah. Dan seribu rupiah itu abadi. Bahkan memancing rezeki yang tidak terduga."

Saya mencoba mencerna lebih dalam penjelasannya. Saya agak tercenung pada jawaban pasti yang dilontarkannya. Bagaimana mungkin masih tersisa uang seribu rupiah? Dari mana sisanya?

"Mas, bagaimana bisa. Uang yang terakhir seribu rupiah itu, kan sudah diberikan pada pengemis ", saya tak sabar untuk mendapat jawabannya.

"Ya memang habis, karena kita masih memakai logika matematis. Tapi cobalah tinggalkan pola pikir itu dan beralihlah pada logika sedekah. Uang yang seribu itu dinikmati pengemis. Jangan salah, bisa jadi puluhan lontaran doa’ keberkahan untuk kita keluar dari mulut pengemis itu atas pemberian kita. Itu baru satu pengemis. Bagaimana jika kita memberikannya lebih. Itu dicatat malaikat dan didengar Allah. Itu menjadi sedekah kita pada Allah dan menjadi penolong di akhirat. Sesungguhnya yang seribu itulah milik kita. Yang abadi. Sementara nilai bakso dan es campur itu, ujung-ujungnya masuk WC."

Subhanallah. Saya hanya terpaku mendapat jawaban yang dilontarkannya. Sebegitu dalam penghayatannya atas sedekah melalui contoh kecil yang hidup di tengah-tengah kita yang sering terlupakan. Sedekah memang berat. Sedekah menurutnya hanya sanggup dilakukan oleh orang yang telah merasa cukup, bukan orang kaya. Orang yang berlimpah harta tapi tidak mau sedekah, hakikatnya sebagai orang miskin sebab ia merasa masih kurang serta sayang untuk memberi dan berbagi.

Penekanan arti keberkahan sedekah diutarakannya lebih panjang melalui pola hubungan anak dan orang tua. Dalam obrolannya, Mas Ajy seperti ingin menggarisbawahi, bahwa berapapun nilai yang kita keluarkan untuk mencukupi kebutuhan orang tua, belum bisa membayar lunas jasa-jasanya. Air susunya, dekapannya, buaiannya, kecupan sayangnya dan sejagat haru biru perasaanya. Tetapi di saat bersamaan, semakin banyak nilai yang dibayar untuk itu, Allah akan menggantinya berlipat-lipat.

“Terus, gimana caranya Mas, agar bisa menyeimbangkan nilai matematis dengan dimensi sedekah itu?”.

“Pertama, ingat, sedekah tidak akan membuat orang jadi miskin, tapi sebaliknya menjadikan ia kaya.

"Kedua, jangan terikat dengan keterbatasan gaji, tapi percayalah pada keluasan rizki.

"Ketiga, lihatlah ke bawah, jangan lihat ke atas.

"Dan yang terakhir, padukanlah nilai qona’ah, ridha dan syukur.

Saya semakin tertegun. Dalam hati kecil, saya meraba semua garis hidup yang telah saya habiskan. Terlalu jauh jarak saya dengan Mas Ajy. Terlalu kerdil selama ini pandangan saya tentang materi. Ada keterbungkaman yang lama saya rasakan di dada. Seolah-oleh semua penjelasan yang dilontarkannya menutup rapat egoisme kecongkakan saya dan membukakan perlahan-lahan kesadaran batin yang telah lama diabaikan. Ya Allah saya mendapatkan satu untai mutiara melalui pertemuan ini. Saya ingin segera pulang dan mencari butir-butir mutiara lain yang masih berserak dan belum sempat saya kumpulkan.

***

Sepulang berjamaah saya membuka kembali Al-Qur'an. Telah beberapa waktu saya acuhkan. Ada getaran seolah menarik saya untuk meraih dan membukanya. Spontan saya buka sekenanya. Saya terperanjat, sedetik saya ingat Mas Ajy. Allah mengingatkan saya kembali:

" Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (Terjemah QS. Al-Baqarah [2] 261)

sumber : eramuslim.com

Jul 22, 2009

Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009


Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman,
"Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang." (Ibrahim:33).

Allah SWT juga berfirman, "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." (Yasin:40)

Pada hari Rabu, 22 Juli 2009, Insya Allah akan terjadi gerhana matahari total (total solar eclipse). Gerhana matahari terjadi ketika matahari-bulan-bumi terletak pada satu garis lurus. Karena itu, gerhana matahari selalu terjadi saat bulan baru (new moon), meskipun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari. Gerhana matahari bersifat total jika ada permukaan bumi yang terkena bayangan umbra bulan.

Pada tulisan ini, penulis tidak akan banyak menjelaskan secara detail tentang gerhana matahari total tersebut. Pembaca dapat membaca banyak referensi di buku sains, artikel maupun internet. Dalam tulisan ini, penulis hanya ingin menjelaskan, bagaimana cara menentukan daerah manakah yang merasakan gerhana total, berapakah koordinat (bujur, lintang geografis) yang bisa menyaksikan gerhana total tersebut, kapankah gerhana total terjadi di tempat itu, berapakah lebar daerah di tempat tersebut yang merasakan gerhana total, berapakah ketinggian (altitude) dan azimuth matahari saat itu dan lain-lain. Untuk dapat menentukan semua pertanyaan di atas, ada satu kata kunci yaitu angka-angka atau elemen Bessel (Besselian elements). Dengan mengetahui angka-angka Bessel pada suatu gerhana matahari, maka kita akan dapat mengetahui detail keadaan gerhana di bumi dari awal hingga akhir.

Sebenarnya, pembaca dapat merujuk pada prediksi dan perhitungan gerhana matahari 22 Juli 2009 yang dirilis oleh NASA dengan alamat

http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEmono/TSE2009/TSE2009.html

NASA juga mengeluarkan semacam technical publication (TP) untuk gerhana matahari ini yang dapat diunduh di

http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEpubs/20090722/TP214169a.pdf

Gambar 1. Lintasan Gerhana Matahari 22 Juli 2009. Dikutip dari NASA.

Klik di sini untuk baca selengkapnya

sumber : Eramuslim.com

Jan 4, 2009

dear Mr. Mubarak and all Arab leaders !!!

STOP arguing !
STOP blaming each other !

WE have to UNITE against this laknatullah Israel !
WE are ONE big family, a BIG and STRONG Moslem Brotherhood !


وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ

وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

And the believers, men and women, are protecting friends one of another;

they enjoin the right and forbid the wrong, and they establish worship

and they pay the poor-due, and they obey Allah and His messenger.

As for these, Allah will have mercy on them. Lo! Allah is Mighty, Wise.

(At Taubah : 71)


That supposed to be the characteristic of being a Moslem.
Helping each other!


So, open the border Mr. Mubarak !

or

WE, all Moslem from Indonesia, will break that border !!

Jan 3, 2009

Solidarity for Palestine !

Jan 2, 2009

from Indonesia for Palestine !







__________________________
*) all these photos taken from eramuslim.com, detik.com, and kompas.com

the first Friday in 1430H

this is the first Friday in 1430H
let us pray for Our brother and sister in Gaza and Khan Younis
may Allah SWT give them patience and strength to fight against the Zionist

Alloohummaghfir lilmu'miniina wal mu'minaat
Wal muslimiina wal muslimaat
Wa allif baina quluubihim
Wa ashlih dzaata bainahum
Wanshur 'Alaa 'Aduwwika wa'aduwwihim

Allohummal'in kafarota ahlil kitaabil ladziina
Yukadzibuuna rusulaka wayuqottiluuna auliyaa aka
Alloohumma khollif baina kalimaatihim
Wazalzil Aqdaamahum
Wa anzilbihim ba'sakalladzii layuroddu 'anil
qaumil mujrimiin

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Allohumma innaanasta'iinuka

Stop Genocide in Palestine!

Jan 1, 2009

Solidaritas untuk Rakyat Palestina




Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang dirahmati Allah SWT. Marilah kita satukan hati dan langkah untuk membantu meringankan beban penderitaan saudara kita di bumi Palestina.

Oleh karena itu, kami mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir pada Aksi
Solidaritas Untuk Rakyat Palestina, yang Insya Allah akan digelar pada hari Jum’at, 2
Januari 2009, pukul 13.00 WIB, di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta.

Sisihkanlah sebagian rizki yang kita miliki melalui aksi “One Man One Dollar To Save Palestine”.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb
.



Dec 27, 2008

the last Friday in 1429H

this is the last Friday in 1429H.
all the moslems in the world are going to celebrate the Islamic new year, 1430H.
dear God the Almighty..
please guide us, protect us and strengthen us..
to raise up the word of Islam. the spirit of Islam. and the beauty of Islam.
amien..
Al Hubb Fillah wa Lillah!

Nov 1, 2008

One Million Phenomena 1 : good news for modern men

View SlideShare presentation or Upload your own. (tags: fahmi islam)

Oct 3, 2008

Happy Eid Mubarak !

to all moslem in the world
Happy Eid Mubarak!!!
Minal Aidin wal Faidzin, Taqabalallahu Minna wa Minkum
may the spirit of Ramadhan be with us for the next 11 months
dear God the Almighty, please allow us to meet the next Ramadhan, amin...

Sep 20, 2008

Ramadhan around the world

See the beautiful of Ramadhan around the world from the photograph.
See the beautiful of Islam from the moslem around the world.


Muslim women attend prayers on the eve of the first day of the Islamic fasting month of Ramadan at a mosque in Surabaya, East Java, Indonesia on August 31, 2008. (REUTERS/Sigit Pamungkas)


Afghan men offer prayers on a hill top overlooking Kabul, Afghanistan on September 8, 2008, during the Muslim holy month of Ramadan. (SHAH MARAI/AFP/Getty Images)

Visually impaired Palestinian students read verses of the Koran, Islam's holiest book, written in Braille, during the holy fasting month of Ramadan at Al-Qabas Islamic school in the West Bank city of Ramallah, Sunday, Sept. 7, 2008.
(AP Photo/Muhammed Muheisen)


A child prepares food for Iftar (evening meal) before the breaking of fast on the first day of Ramadan at Memon Mosque in Karachi, Pakistan on September 2, 2008. (REUTERS/Athar Hussain)

A Palestinian Muslim girl prays in the men's mosque before the evening prayer called "tarawih", during the holy fasting month of Ramadan in the West Bank city of Ramallah, Wednesday, Sept. 17, 2008. (AP Photo/Muhammed Muheisen)

Israeli border police hold back Palestinians on their way to pray for the holy fasting month of Ramadan at the Al Aqsa Mosque in Jerusalem's Old City, at Kalandia checkpoint, between the West Bank town of Ramallah and Jerusalem, Friday, Sept. 12, 2008. (AP Photo/Bernat Armangue)

Palestinian women lead young girls through the Kalandia checkpoint, on the outskirts of the West Bank city of Ramallah, to cross to Jerusalem to attend Friday prayers at the Al-Aqsa mosques compound on September 19, 2008. Thousands of Muslim faithful have been crossing every week from the West bank to attend Friday prayers at the Al-Aqsa, Islam's third holiest shrine, since the start of the holy month of Ramadan three weeks ago. (DAVID FURST/AFP/Getty Images)


Indonesian men attend Friday prayer at Istiqlal mosque, the biggest in Southeast Asia, in Jakarta, Indonesia, Friday, Sept. 12, 2008. (AP Photo/Irwin Fedriansyah)

A Palestinian man reads from the Koran, during the Muslim holy fasting month of Ramadan, in a mosque in the West Bank city of Jenin, Thursday, Sept. 11, 2008.
(AP Photo/Mohammed Ballas)

Symbolizing the faith of Islam, the crescent moon is seen at sunset on top of the Faisal Mosque in Islamabad, Pakistan, Tuesday, Sept. 16, 2008.
(AP Photo/Wally Santana)

wanna see more photograph? click here