Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Dec 15, 2009

Guru Super Indonesia

Dear Sahabat Indonesia yang Super,

Menjelang akhir tahun 2009, Mario Teguh bersama Rumah Zakat Indonesia, akan mengadakan perhelatan besar yaitu Super Seminar GURU SUPER INDONESIA bersama Mario Teguh.





Jika Anda adalah seorang GURU, apapun itu, baik yang pekerjaannya adalah calon guru, guru, pengajar, pelatih, atau juga Anda adalah orangtua yang menjadi guru abadi bagi anak-anak Anda. Pastikanlah Anda tidak melewatkan event ini.

Bagi para sahabat yang ingin menghadiahkan tiket untuk mengikuti acara ini, kepada para GURU atau orangtua, mohon untuk jangan menunda untuk menghubungi kami.


Untuk informasi lebih lanjut, mohon menghubungi sekretariat pendaftaran di 022-7332407 atau 022-92420321


Demikian informasi dari kami,


Terima kasih dan salam super,


Adi Prakosa,
SM 4
Membership Director | MTSuperClub | 0811-864-090 | Information Technology | Jakarta



*) Pak Mario.. tunggu saya di Sabuga! *_*

Dec 14, 2009

jBatik Mobile, Buat Batik dari Ponsel

Andrian Fauzi - detikBandung


Setelah sukses meluncurkan software jBatik v 2.0, Pixel People Project kembali meluncurkan software untuk mendesain batik dalam versi mobile.
Software yang dinamakan jBatik Mobile ini bisa diinstalkan ke dalam semua jenis ponsel yang berbasis Java. Dengan ukuran file sebesar 800 kilobyte, software ini bisa memenuhi kebutuhan orang untuk mendesain batik kapan saja dimana saja. Seperti dituturkan oleh Nancy Margried, Head of Business and Publication Pixel People Project, di sela Open Lab Exhibition di Jabar Craft Center, Jalan Ir. Juanda No. 19.

Menurutnya, salah satu alasan pihaknya mengeluarkan versi mobile untuk software jBatik adalah untuk mendekatkan batik kepada generasi muda.
"Kita bisa membuat batik di ponsel. Ini adalah jawaban bagi semua yang tertarik dengan batik dan memiliki ponsel. Selain itu juga kita bisa mendekatkan batik dengan generasi muda," tuturnya, Jumat (11/12/2009).

Nancy
juga menambahkan, jBatik Mobile adalah satu-satunya aplikasi untuk membuat batik di dunia. Karena itu dirinya optimis bahwa aplikasi ini dapat diterima oleh seluruh
lapisan masyarakat, tidak hanya untuk pembuat batik, desainer ataupun programer. "Software ini langka dan untuk aplikasi mobile jarang yang tentang desain. Selama ini kebanyakan adalah game. Jadi ini adalah satu-satunya aplikasi mendesain batik di ponsel," terangnya.

Untuk mendapatkan jBatik Mobile bisa didownload di situs resmi milik mereka di www.batikfractal.com.
"Sekali download akan dikenakan biaya Rp 20 ribu. Bisa diinstal disemua jenis ponsel berbasis Java," katanya. Batik fractal adalah motif batik tradisional yan ditulis kembali dalam rumus matematika yang bernama Fractal.

Hasil desain ini kemudian diaplikasikan ke atas kain dengan teknik batik tradisional baik menggunakan cating ataupun cap.
Inovasi batik fractal telah dipatenkan melalui Direktorat Jendral HAKI.

*) berikut ini promonya. maaf telat euy! *_*

Nov 25, 2009

Selamat Hari Guru !

Selamat Hari Guru 25 November 2009 !
Terima kasih Pak. Bu. atas semua ilmu dan petuah bijakmu kepada ananda...


Berikut penulis tuliskan kembali lirik lagu Hymne Guru ciptaan Sartono.

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Aug 29, 2009

Eniya, Membuka Jalan ke Kota Hidrogen

oleh Nawa Tunggal (Kompas)

Selama belajar 10 tahun hingga memperoleh gelar doktor di Jepang, 1993-2003, inspirasi puncak Eniya Listiani Dewi meretas jalan menuju ”kota hidrogen” di Indonesia, seperti tahun 2003 saat Jepang mulai mewujudkannya di kota industri otomotif, Fukuoka.

Eniya berhasil membuka jalan ke kota hidrogen setelah memproduksi ”jantung” sel bahan bakar hidrogen dengan komponen lokal 80 persen sehingga harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan pasaran di Asia kini. Masyarakat Ilmu Polimer Jepang memberinya penghargaan atas temuan tersebut dalam simposium internasional di Kobe, 29 Mei 2009 lalu. Sebanyak 4.000 ahli polimer dari berbagai penjuru dunia diundang menghadiri kegiatan itu.

Namun, pemberangkatan Eniya dan semua peserta yang lain kemudian dicegah karena saat itu Kobe terserang pandemi flu A-H1N1. Simposium dibatalkan. Simbol anugerah dikirimkan ke Indonesia dan diterima Eniya akhir Juni 2009.

”Justru masyarakat Jepang lebih dulu menghargai temuan hasil riset tim kami,” ujar Eniya, Kepala Perekayasaan Fuel Cell atau Sel Bahan Bakar pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Eniya, putri pertama dari dua bersaudara pasangan Hariyono (almarhum) dan Sri Ningsih, asal Magelang, Jawa Tengah, ini meraih banyak penghargaan di bidangnya.

Memulai dari Akhir

Memahami kota hidrogen mencakup pemenuhan kebutuhan energi masyarakat kota secara ramah lingkungan. Tujuannya, melanggengkan kehidupan kota tanpa risiko pencemaran karena sel bahan bakar hidrogen menghasilkan energi tanpa mengemisi karbon dan limbahnya hanya air dan panas.

Aplikasi sel bahan bakar untuk kota hidrogen bertujuan memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari penerangan, memasak, sampai kendaraan. Jadi, knalpot kendaraan tak mengepulkan asap, tetapi mengucurkan air murni.

Menurut Eniya, Jepang membuat simulasi kota hidrogen dengan membagikan generator sel bahan bakar berkapasitas 1.000 watt-2.000 watt kepada 2.000 keluarga di Fukuoka untuk penggunaan cuma-cuma selama lima tahun. Disediakan pula angkutan umum bus dengan bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan.

Keinginannya mewujudkan kota hidrogen di Indonesia memang terkesan tak mungkin. Di balik itu Eniya mengungkap spirit dari teknokrat BJ Habibie dalam teknik berinovasi, yaitu start from the end atau memulai dari yang terakhir.

Kenangan akan Habibie terus mengendap karena Eniya berhasil mewujudkan keinginannya sejak kecil untuk studi di luar negeri berkat kebijakan Habibie era 1990-an. Saat itu, Kementerian Negara Riset dan Teknologi di bawah Habibie memberi beasiswa bagi lulusan SMA berprestasi untuk melanjutkan studi ke berbagai negara industri. Ia terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa dalam program Science and Technology Advance Industrial Development (STAID) Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Eniya menyelesaikan S-1 di Universitas Waseda, Tokyo, hingga memperoleh gelar doktor (S-3) pada Fakultas Aplikasi Kimiawi, Polimer, Katalis, dan Sel Bahan Bakar. Teknologi sel bahan bakar termasuk the end atau bagian akhir pengembangan teknologi mutakhir menyongsong peradaban ramah lingkungan dalam pemenuhan energi dengan sumber energi tak terbatas, seperti air sebagai sumber hidrogen.

Menurut Eniya, metode produksi hidrogen, selain proses elektrolisis dari air, dapat pula ditempuh seperti di Fukuoka, yakni mengubah metana dari berbagai bahan bakar gas, termasuk biogas menjadi hidrogen.

Memupuk Harapan

Seperti para periset dan perekayasa lain, Eniya berharap ada investor yang mampu mengaplikasikan temuannya untuk pengembangan sel bahan bakar secara kompetitif. Ia membuka secara transparan, bagaimana mengganti komponen ”jantung” sel bahan bakar impor dari AS atau Jepang dengan komponen-komponen lokal.

Manufaktur generator sel bahan bakar dengan komponen lokal sudah diuji menurunkan 80 persen harga dari pasaran Asia. Substitusinya antara lain pada material katalis elektrode sel bahan bakar impor dengan logam platina, yang berharga jauh lebih mahal, diganti komponen lokal vanadium yang fungsi dan keandalannya tak jauh beda.

Penggunaan nafion pada polimer elektrolit sel bahan bakar impor seharga 1.000 dollar AS (sekitar Rp 10 juta) per meter persegi disubstitusi proses sintesis hidrokarbon polimer nanosilika berharga Rp 1,5 juta per meter persegi, atau berkurang 85 persen. Substitusi material impor juga untuk komponen lain sel bahan bakar yang dirangkai berurutan membentuk lapisan stack fuel cell atau generator sel bahan bakar.

Komponen itu meliputi end-plate, current collector, graphite bipolar-plate, dan membrane electrode assembly (MEA) sebagai ”jantung” sel bahan bakar. Rangkaian stack fuel cell impor (tanpa MEA) senilai Rp 23,95 juta bisa diturunkan menjadi Rp 5 juta.

”Untuk mengaplikasikan temuan ini, saya berpijak pada upaya memproduksi listrik permukiman dengan sumber hidrogen yang menyesuaikan sumber daya setempat. Aplikasi untuk sistem transportasi bisa menyesuaikan kemudian,” ujar Eniya.

Aug 17, 2009

HUT RI-64

[c] hiduplah.indonesia.raya

Dirgahayu Negeriku!
Teruslah berkibar Sang Saka Merah Putih!

Perdjoeangan masih belum usai. selama kolonialisme dan imperialisme masih bercokol di bumi pertiwi.
Aku. Kami. dan Kita semua. akan terus berdjoeang!
mewujudkan cita-cita Bung Karno dan Bung Hatta.
Bangsa yang bebas merdeka, berdaulat penuh, bermasyarakat adil dan makmur.
M E R D E K A !!

Jul 1, 2009

Seminar Teknologi Bangunan Lepas Pantai : Menjawab Tantangan Eksploitasi Energi di Laut Dalam

Bandung, itb.ac.id

Lautan nusantara tak hanya gudang pangan masa depan, namun juga mengandung potensi migas yang sangat menjanjikan. Beberapa potensi ladang gas di lautan antara lain migas laut dalam di Selat Makassar dan sumber migas di Abadi, Perairan Arafura yang memiliki tiga kali potensi migas blok Tangguh. Demikian disampaikan oleh staf ahli BP MIGAS Dr. Gde Pradnyana Sutha yang menjadi pembicara kunci dalam Seminar Teknologi Bangunan Lepas Pantai Terapung (Floating Offshore Structures Technology), Jumat 26 Juni 2009, di Campus Centre Timur ITB.


Melimpahnya potensi migas di lautan Indonesia yang masih belum disentuh tentu membutuhkan teknologi bangunan lepas pantai yang unggul dan dapat diandalkan guna memenuhi kebutuhan eksploitasi migas di laut dalam tersebut. Dalam konteks tersebut topik "Floating Structure" dipilih.

Seminar yang dihadiri oleh 250 peserta mahasiswa, akademisi, pemerintah dan praktisi di bidang industri dan konstruksi terkait migas ini merupakan hasil kerjasama Program Studi Teknik Kelautan ITB, bekerja sama dengan Komunitas Migas Indonesia, BP MIGAS, IMarEST (Institute of Marine Engineering, Science and Technology), Alumni Teknik Kelautan ITB (ALKA) dan Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan (KMKL).

Ditinjau dari kedudukan bangunan terhadap dasar laut, bangunan lepas pantai dikategorikan menjadi dua yaitu fixed structures dan floating structures (bangunan terapung). Pada bangunan lepas pantai tipe yang pertama, anjungan dibangun di atas kaki-kaki yang berdiri/terikat dengan dasar laut dan digunakan untuk daerah laut dangkal. Sedangkan bangunan lepas pantai tipe terapung, yang dipakai untuk eksplorasi migas laut dalam, tidak memiliki pondasi yang dipancang langsung ke dasar laut melainkan mengapung seperti kapal dan terikat ke dasar laut melalui sistem jangkar.

Ketua umum Migas Indonesia Swastioko Budhi Suryanto, dalam sambutannya menyatakan forum terkait migas lepas pantai masih sangat jarang sehingga kerjasama KMI dan Prodi Teknik Kelautan ini dapat berkelanjutan. Harapan ini diamini oleh Ketua Program Studi Teknik Kelautan Ir. Muslim Muin, Ph.D yang berharap jalinan kerjasama antara praktisi industri, akademisi dan asosiasi profesi agar saling menunjang di masa depan dan forum ini merupakan awal terjalinnya kerjasama tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh akademisi diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berguna bagi dunia industri. Di sisi lain industri diharapkan dapat memberikan masukan topik-topik menarik untuk diteliti yang dijumpai di lapangan.

Sesi pemaparan materi terdiri dari 6 sesi, yang menampilkan pembicara-pembicara perwakilan dari BP MIGAS, Asosiasi Profesi (IMarEST), Praktisi Industri (BP West Java dan Chevron Houston) dan akademisi. Materi utama dalam seminar disampaikan oleh Dr. Iwan D Aryawan, ahli bangunan lepas pantai terapung dari Chevron, yg memaparkan topik "Floating Offshore Technology: Concept Selection for Deepwater Development" dan mendapat sambutan yang luar biasa dari peserta seminar karena topik ini dianggap masih langka di Indonesia.

Dua Siswa Ikut Kejuaran Sempoa Internasional!

Jakarta, KOMPAS.com

Dua siswa sekolah dasar (SD) Kenny dan Endah Ribka Meganta akan mewakili Indonesia di kejuaraan International World Association of Abacus and Mental Arithmetic di Tien Zien, China, Agustus 2009 mendatang.

Menurut Staf Komunikasi dan Pengembangan Bisnis Sempoa SIP Arbert Hakim di Jakarta, Selasa (30/6), kedua siswa tersebut berhasil menyisihkan peserta dari daerah lain dalam kejuaraan sempoa tingkat nasional.

"Kompetisi ini telah berlangsung pekan lalu di Sea World Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta," katanya.

Arbert menambahkan, para pelajar SD yang mengikuti kompetisi tingkat nasional itu berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, Yogyakarta, Jawa Timur, serta Bali.

Nantinya, lanjut Arbert, sebelum mengikuti kompetisi ke China kedua siswa SD tersebut akan terus dilatih dan diasah kemampuan hitungnya menggunakan sempoa.

"Kami berharap kedua wakil Indonesia itu akan bisa berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara, mudah-mudahan mereka mendapatkan juara," ucapnya, berharap.

Kegiatan internasional tersebut akan diikuti oleh sejumlah negara di antaranya China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Amerika Serikat, Venezuela, Singapura, Indonesia, serta Hongkong.

Akan Hadir, Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional!

Jakarta, KOMPAS.com

Ilmuwan dan mahasiswa S1, S2 dan S3 Indonesia di luar negeri akan berkumpul di Museon, Den Haag, Belanda, pada 3 - 5 Juli 2009 mendatang untuk membentuk Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4).

"Kami yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) mencoba menghimpun para ilmuwan Indonesia di luar dan dalam negeri itu pada Simposium Internasional, kami juga akan membentuk I4 yang mewadahi mereka," ujar Kordinator Tim Indonesia Willy Sakareza di Jakarta, Selasa (30/6).

Sekitar 100 ilmuwan Indonesia akan hadir di simposium tersebut, baik yang ada di AS, Eropa, Timur Tengah, Jepang, serta dari Indonesia sendiri. Bertema "Visi dan Misi Intelektual Indonesia di Luar Negeri: Strategi Pembangunan Indonesia Menuju 2020", simposium itu dimaksudkan juga untuk membangun kesatuan di antara kaum intelektual Indonesia di luar negeri agar semakin peduli pada upaya kemajuan bangsa.

"Organisasi besar di masa lalu seperti Boedi Oetomo dan Sumpah Pemuda dibentuk dan dimulai justru di luar negeri, jadi orang-orang Indonesia yang merantau ke luar negeri ini jangan diragukan rasa nasionalisnya," kata Menristek Kusmayanto Kadiman, yang juga hadir di acara tersebut.

"Akan hadir pula dalam simposium tersebut 43 pembicara dari tiga pihak, yakni dari akademisi misalnya, Rektor Paramadina Anis Baswedan, dari instansi pemerintah seperti Dirjen Dikti Fasli Jalal, serta pihak swasta seperti Project Manager BMW di Jerman yang merupakan seorang WNI," ujar Willy.

Selain pembentukan I4, akan dibentuk juga database ilmuwan Indonesia di luar negeri. Database tersebut diharapkan akan akan memudahkan pemerintah RI untuk menjalin kerja sama dengan ilmuwan atau institusi ilmuwan tersebut bekerja.

Selain itu, akan dibentuk juga Jurnal Internasional sebagai media tukar pikiran antara sesama ilmuwan Indonesia di luar negeri untuk memberikan alternatif solusi dalam permasalahan bangsa serta penyusunan prioritas rencana pembangunan.

May 29, 2009

BlogDetik.com Luncurkan EDUblog 1-2-3 Bersama Telkom dan Klub Guru

Meliyanti Setyorini, detik.com

Jakarta - Potensi dunia pendidikan, khususnya guru, dapat dibangun dan ditingkatkan dengan menumbuh-kembangkan budaya menulis di Internet. Hal tersebut yang menjadi inti dari peluncuran program EDUblog 1-2-3 bertempat di Graha Telkom - Jakarta, Rabu (27/5/2009). Dengan menulis di Internet, melalui blog misalnya, maka berbagai potensi guru akan dapat digali, sekaligus membuka banyak peluang untuk lebih maju.

Diikuti oleh tak kurang dari 350 guru se-DKI, acara diawali dengan pelantikan Klub Guru Indonesia (KGI) dan pengenalan inisiatif Satu Guru Satu Laptop (Sagusala) . EDUblog 1-2-3 adalah program yang diinisiasi oleh BlogDetik.com dan menggandeng sejumlah mitra terkait.

Untuk wilayah Jakarta, naskah kerjasama EDUblog 1-2-3 ditandatangani langsung oleh Mas’ud Khamid (Executive General Manager Telkom Divre II – Jakarta), Rama Royani (Ketua KGI DKI) dan Donny B.U. (Vice President detikcom).

Program EDUblog 1-2-3 secara umum adalah sebuah ajakan agar setidaknya setiap 1 (satu) guru dapat mengajak murid-muridnya minimal 2 (dua) kelas agar dapat membuat blog dan memposting minimal 3 (tiga) artikel. "Dengan demikian maka program EDUblog 1-2-3 akan semakin mendorong tumbuhnya konten-konten lokal positif yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna Internet di Indonesia," ujar Donny.

Melalui kerjasama antara Telkom Divre II - Jakarta dan KGI Jakarta tersebut, pihak BlogDetik.com akan berperan aktif dalam berbagai sesi pelatihan pengenalan dan penulisan di Internet (ngeblog). Untuk tempat pelatihannya akan difasilitasi oleh Telkom Divre II dengan manajemen kepesertaan dari KGI Jakarta.

"BlogDetik.com membuka kerjasama yang seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk bisa bekerjasama dalam program EDUblog 1-2-3. Bahkan kita sudah siapkan tim untuk mendukung pelatihan menulis di Internet secara gratis bagi seluruh anggota Klub Guru se- Indonesia," tandas Donny.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan menulis di Internet (ngeblog) gratis bagi guru-guru dalam program EDUblog 1-2-3, silakan hubungi adminblog[at]detik.com.

May 3, 2009

Garuda di Dadaku !

satu lagi film buatan sineas terbaik negeri ini yang gw tunggu-tunggu!

bakal jadi trilogi terbaik yang pernah ada di repoeblik ini
Mimpi Sang Garuda, Garuda di Dadaku, Garuda Menantang Matahari

May 2, 2009

Selamat Hari Pendidikan Nasional !!

hari ini 2 mei adalah Hari Pendidikan Nasional.

jujur gw sedih banget ngeliat kondisi pendidikan nasional di negeri kita tercinta ini.
gw bisa bilang begini karena kebetulan sekarang nyemplung di dunia pendidikan. habis kemarin terdampar di dunia IT & Telco, terus di bank, rasanya kok lebih enjoy di pendidikan. he3

s
etaun kemarin sempet ngajar di salah satu sekolah nasional plus di selatan jakarta. ngajar year 7, 8 ama 10. jadi wali kelas juga buat year 11. satu kekaguman gw, anak-anak sekarang lebih kritis dibanding jaman kita sekolah dulu. apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini, bayangin aja, mereka tau aja ngebuka web-web yang diblok ama admin sekolah gw. namun di sisi lain, gw agak kasihan ngeliat beban belajar mereka sekarang ini. bayangin aja, sekarang mesti masuk pagi banget jam 6.30. pulangnya pun jam 3an.

menurut gw, potensi besar yg ada ini terlalu sayang untuk disia-siakan. ada yg salah ama sistem pendidikan kita. ada yg salah sama orang-orang yang semestinya bertanggung jawab demi kemajuan pendidikan di repoeblik ini.

jadi inget lagi kasus mahasiswa kita, David Hartanto Widjaja, yang pada bulan Maret kemarin meninggal secara misterius di NTU (yg katanya ITB nya Singapore). bukankah patut disayangkan, anak-anak moeda negeri ini TIDAK dihargai di negerinya sendiri. anak-anak terbaik repoeblik ini yang mestinya berkarya untuk bangsa dan negaranya, dikarenakan sesuatu hal, malah berkarya di negeri orang.

sudah saatnya kita BONGKAR dan kita PERBAIKI sistem pendidikan kita. kembali pada ajaran dan petuah bijak Ki Hajar Dewantara. Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani.

dan pengalaman gw kurang lebih hampir 2 tahun di pendidikan ini, sekolah-sekolah internasional maupun nasional plus itu gak hebat-hebat amat! mereka menang di fasilitas. punya guru-guru expat. dan itu pun yg memang bener-bener berkompeten di pendidikan bisa diitung jari. sekarang gimana coba, di sekolah itu bule jadi principal/teacher, tapi di luar kelakuannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. rasanya gak pantes buat dijelasin di sini. he3.

so menurut gw, kita bisa kok memajukan pendidikan di negeri tercinta ini. kita tidak butuh mereka untuk jadi pegajar di negeri ini. sebagai konsultan it's ok lah. tapi untuk sebagai pengajar. NO WAY! kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi kita mampu BERDIKARI.
he3.

maaf temen-temen kalo pagi-pagi gini gw uda curhatan nasional. gak ada maksud apa-apa. cuma ingin melihat negeri ini lebih baik lagi. mampu berdiri tegak. sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia. semoga!




Untukmu Tuhan, Bangsa dan Almamater!
Merdeka!


Mengutip salah satu buku yang menyatakan bahwa :
"Sebagai proklamator, Bung Karno dan Bung Hatta sepaham bahwa "mencerdaskan kehidupan bangsa" adalah mencapai kehidupan yang cerdas bagi bangsa, artinya bukan sekedar cerdas otak, melainkan hidup yang cerdas alias bermartabat. Kaum intelegensia sekalipun, jika mudah diatur oleh kemauan kekuatan asing, tidak cerdas hidupnya"


Apr 30, 2009

ITB Siap Online-kan 1000 Bahan Kuliah

Andrian Fauzi - detikinet

Institut Teknologi Bandung (ITB) siapkan 1.000 portofolio materi kuliah untuk dipublikasikan di situs resminya. Tujuannya agar semua orang bisa mengintip kegiatan ITB.

"Tahun ini kita siapkan portofolio 1.000 bahan mata kuliah untuk ditaruh di website," ujar Sekretaris Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITB Dr Satria Bijaksana, saat berbincang dengan detikINET di kampus ITB, Jalan Ganesha No 10, Jumat (17/4/2009).

Menurut Satria, hal ini dilakukan untuk memudahkan mahasiswa dan pihak luar untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar di dalam kampus ITB. Selain itu juga untuk memotivasi dosen atau pengajar untuk lebih giat lagi melakukan riset dan mempublikasikannya.

"Jadi orang dari Jepang misalnya, ingin tahu tentang ITB, apa sih yang diajarkan di ITB atau ITB sedang melakukan riset apa, itu bisa tahu. Ditambah lagi jika hal tersebut bisa dilakukan dengan baik, otomatis nama ITB akan semakin dikenal di seluruh dunia," ungkapnya.

Namun, saat ini kendala yang besar yang dihadapi oleh Satria adalah mengumpulkan portofolio materi ajar yang akan dipublikasikan. Menurutnya masih banyak yang belum mau mempublikasikannya karena berbagai sebab.

Salah satunya adalah masalah bajak membajak, tapi menurutnya di zaman serba transparan ini justru dengan dipublikasikan karyanya justru akan mudah diidentifikasi apakah karyanya hasil bajakan atau bukan.

"MIT (Massachusetts Institute of Technology - red) yang sudah katakanlah dewanya saja masih mau, bahkan banyak melakukan publikasi karya ilmiahnya. Nah, masa kita tidak mau. Saya malah berpikir jangan-jangan memang tidak ada karya yang mau dipublikasikan," tandasnya.

Apr 19, 2009

Good Luck boys !!

on behalf of the founder of Master.Mister.Matematik!
wishing you a good luck for 2009 National Exam
20-24 April for SMA (grade 12)

just do your best and let God the Almighty do the rest... amien

like i always said
"Optimus Prime is always beside you!"




Apr 3, 2009

Deklarasi Mahasiswa untuk Kemandirian Energi Bangsa

BANDUNG, itb.ac.id

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyatakan sikapnya dalam Deklarasi Konferensi Energi Mahasiswa Nasional Indonesia (KENMI) 2009. Disahkan di Aula Timur ITB, Selasa (17/03/09), deklarasi ini merupakan puncak dari rangkaian acara KENMI 2009 yang berlangsung selama 5 hari dan diprakarsai oleh Keluarga Mahasiswa ITB.

Deklarasi KENMI merupakan pernyataan sikap mahasiswa menanggapi permasalahan energi di tanah air. Dalam deklarasi tersebut tertulis bahwa mahasiswa berjanji untuk mewujudkan kemandirian energi bangsa, berperan aktif dalam mendorong perkembangan energi alternatif,dan bersatu dalam mengupayakan pengoptimalisasian potensi energi daerah di seluruh kawasan Indonesia demi menuju kemandirian bangsa.

Deklarasi KENMI lahir setelah melalui berbagai proses. Pada Minggu (15/03/09), para peserta menghadiri seminar yang membahas persoalan energi dari berbagai sudut pandang. Sesi pertama seminar menghadirkan para pembicara antara lain Ketua Umum IAGI, Lambok Hutabarat; Perwakilan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Alam; dan Mantan Menteri Negara BUMN, Sugiharto. Masing-masing membawakan makalah mengenai potensi dan permasalahan energi di Indonesia dilihat dari sudut pandang pelaku industri, ekonomi, dan kebijakan pemerintah. Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua berupa presentasi dari 7 orang perwakilan mahasiswa peserta KENMI. Ketujuh peserta tersebut berasal dari ITB, IPB, UGM, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sam Ratulangi, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Bengkulu (UNIB).

Baca selengkapnya

Mar 26, 2009

Dua Tim SBM ITB lolos National Final L'oreal Brandstorm

BANDUNG, itb.ac.id

Dua Tim dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB lolos ke dalam babak empat besar national final L'oreal Brandstorm. Kedua tim tersebut, Tim Odyssey (Amal, Ifad, dan Safir) dan Tim Ganesha (Frank, Arini, dan Dito), akan bersaing dengan tim dari Universitas Indonesia dan Sekolah Bisnis Prasetya Mulya. Tim pemenang national final akan mewakili Indonesia di Paris.


Prestasi ITB dalam sejarah kompetisi L'Oreal e-Strat Business Challenge patut diacungi jempol. Hampir setiap tahun ITB mengirimkan wakilnya. Tahun 2007, tim Rajawali ITB berhasil memenangkan dua penghargaan tingkat internasional, yaitu juara tiga internasional dan penghargaan SharePriceIndex (SPI, harga saham) tertinggi dunia pada final kompetisi ini di Paris.

L'oreal Brandstorm adalah kompetisi marketing berskala internasional yang diadakan L'oreal.Tema marketing L'oreal Brandstorm tahun ini adalah produk parfum dari perusahaan kosmetik Maybelline New York.

Dalam perlombaan setiap tim dituntut untuk mengembangkan strategi pemasaran bermutu internasional. Strategi dimulai dari tahap market research, product development, product launching, hingga communication strategy seperti pembuatan iklan media cetak dan TV Commercial.

Setelah melewati tiga babak penyisihan, tim finalis diwajibkan melakukan presentasi di babak final pada 24 April 2009 mendatang. Sebelumnya, setiap finalis akan mendapatkan pembekalan materi dari praktisi marketing McCann Erickson (Jakarta), salah satu marketing agency terbesar di dunia yang berkantor pusat di New York.

Mar 21, 2009

300 Siswa Ikuti Robotic School Cup 2009

















JAKARTA
, kompas.com


Sebanyak 300 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Jakarta mengikuti kontes Robotic School Cup 2009 di Atrium Mal Taman Palem, Jakarta Barat. Mereka akan bertanding di dalam enam kategori perlombaan, yaitu Building and Construction, Legged Obstacle Race, RC Under Water Robot, RC Under Water Rescue Robot, Fire Fighting Robot, dan Street Soccer Robot.

Menurut Ketua Panitia Kompetisi, Yohanes Kurnia, ajang kompetisi ini untuk mendorong anak Indonesia dapat merancang dan menciptakan robot sendiri.

"Sudah saatnya anak Indonesia mampu membuat robot sendiri dengan bahan-bahan yang diproduksi dalam negeri," ujarnya.
Yohanes menambahkan semua pererta kompetisi kali ini adalah murid sekolah-sekolah yang telah mengikuti program pengajaran robotic Simulated Artificial Robot Intelligence (SARI) selama enam bulan.

Selain mengadakan kompetisi robot, pada acara kali ini juga bisa disaksikan Robotic Show. Beberapa robot seperti Humanoid Robot dari Jepang, Educational Robot dari Korea, robot-robot mekanik dari Fakultas Teknik Elektro UKRIDA, dan berbagai robot buatan SARI dipamerkaan di ajang ini.
Robotic School Cup 2009 akan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (22/3) besok.

ITB Raih Dua Award pada Lomba Perancangan Prosesor di Jepang

BANDUNG, itb.ac.id

Tim Ganesha ANT berhasil meraih penghargaan tertinggi dari Japan Society of Information and Communication, IEICE, pada lomba perancangan chip: LSI-Design Contest 2009. Ganesha ANT, beranggotakan mahasiswa STEI ITB: Tyson, Aisar L. Romas, dan R. Siti Intan, berhasil menyisihkan finalis dari Universitas ternama di Jepang dan Korea. Pada lomba yang sama, satu tim lagi, yaitu Team Zoiros, mendapat penghargaan dari Multinational Company, Xilinx® Award.

Team Ganesha ANT mengajukan rancangan prosesor baru yang dapat mengeksekusi proses secara paralel. Prosesor tersebut memiliki keunggulan dalam kecepatan proses dibanding prosesor yang umum dipakai sekarang. Hasil rancangan tim tersebut berupa prototipe komputer kecil yang dapat menjalankan "Game Hangman".

Para juri sangat terkesan dengan inovasi baru dalam prosesor tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan harapan yang disampaikan juri agar prosesor tersebut dapat diterapkan di Industri IT. Para juri pun berujar bahwa prosesor karya mahasiswa ITB ini dapat meningkatkan kinerja perangkat elektronika seperti Komputer, PDA, Smart Phone dan lain sebagainya. Teknologi prosesor sendiri saat ini biasanya dikuasai oleh industri-industri hi-tech, seperti Intel, Sun Microsystems, dan IBM.

Tim Zoiros yang membuat rancangan prosesor dengan kecepatan mencapai 1 GigaHertz berhasil menunjukkan keunggulan sistem mereka dari peserta lainnya. Prototipe komputer tim yang beranggotakan mahasiswa STEI ITB: Randy Hari Widialaksono, Ahmad Fajar Firdaus, dan Iman Prayudi juga dapat memperagakan kemampuan prosesor dalam menjalankan "Video Game Sokoban".

Kedua Tim dipersiapkan selama 6 bulan melalui kuliah perancangan chip di STEI ITB oleh Dr. Trio Adiono. Lomba ini merupakan lomba tahunan bertaraf internasional yang diadakan di kota resort paling terkenal di Jepang, yaitu Okinawa. Para juri pada lomba ini berasal dari akademisi dan perusahaan-perusahaan terkenal di dunia elektronika internasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan negara industri lainnya, khususnya dalam industri microchip dan IT. Hal ini juga sekaligus menunjukan kesiapan ITB sebagai institusi pendidikan bertaraf internasional.

Lomba ini ditujukan untuk melahirkan pakar-pakar perancang chip di daerah yang terkenal dengan industri elektronikanya - Jepang, Korea, China, Taiwan sampai dengan Singapura- dimana kebutuhan akan keahlian tersebut sangatlah tinggi. Keberangkatan tim didukung oleh Cisco Systems Indonesia dan Alumni ITB 75.

Eniman Y Syamsuddin, Ketua Program Studi Teknik Elektro ITB, mengucapkan selamat kepada mahasiswa Elektro ITB yang meraih gelaran lomba prestisius tersebut dan juga kepada Dosen Pembimbing, Dr. Trio Adiono, yang selalu sukses membimbing mahasiswanya meraih prestasi tertinggi dalam setiap LSI Design Contest.

Mar 12, 2009

Dies Emas ITB: Alumni Berdialog tentang Teknologi, Daya Saing dan Masa Depan Bangsa

BANDUNG, itb.ac.id

Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) berdialog dengan tema "Teknologi, Daya Saing, dan Masa Depan Bangsa" pada hari Sabtu (07/03/09) pukul 08.30-17.30 di Aula Barat ITB. Acara yang dibuka dengan pengumandangan lagu Indonesia Raya oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITB ini, dihadiri oleh Hatta Rajasa, selaku ketua IA-ITB. Selain itu, hadir pula Antasari Azhar, ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang memberikan ceramah umum berjudul "Model Pemberantasan Korupsi, Kendala dan Prospek".


Acara dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama merupakan sesi pembuka dan ceramah umum. Sesi ini diisi oleh Antasari Azhar yang dimoderatori oleh Djoko Santoso dan Satyo Fatwan dengan judul "Arti Penting Peranan Karakter Dalam Pembangunan Sumber Daya Insani yang Unggul dan Bermartabat", yang dimoderatori oleh Widya Nugroho Sulasdi.

Sesi kedua merupakan pandangan alumni ITB terhadap politik, pendidikan, kesejahteraan, dan ekonomi, dengan topik "Masa Depan Bangsa". Pada sesi ini, Hatta Rajasa menyampaikan ceramah berjudul "Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Bingkai Kehidupan Politik", yang dimoderatori oleh Jetty R. Hadi. Raden Pardede juga menyampaikan ceramah berjudul "Pelajaran yang Dipetik dari Krisis Keuangan Dunia : Usulan Perubahan Strategi Kebijakan Perekonomian Indonesia."

Setiap peserta dialog diperbolehkan untuk mengajukan pertanyaan setelah materi ceramah selesai disampaikan. Begitu tingginya antusiasme peserta dalam forum diskusi kali ini, membuat durasi sesi ke-dua menjadi lebih panjang dari yang direncanakan.

Pada sesi ke-tiga, membahas topik baru mengenai "Daya Saing Bangsa". Umar Juoro yang juga pakar ekonomi nasional, memberikan ceramah berjudul "Politik Teknologi Mendorong Kebijakan Mikro Ekonomi dalam Peningkatan Daya Saing Bangsa."Di akhir acara, Umar selaku alumni Fisika'79, menyampaikan harapannya pada para alumni untuk kemajuan masa depan ITB,"89 tahun ITB telah berkontribusi pada Negara dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan pemerintahan. Oleh karena itu, semoga sumbangan ilmu dari para alumni dapat menjadikan bangsa lebih baik lagi".

Seusai acara, Hatta selaku ketua IA-ITB, menyampaikan ucapan selamat untuk Dies Emas ITB saat ini dan harapan untuk masa depan ITB, "Semoga alumni dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi untuk ITB," pesan Hatta pada wawancara dengan Kantor Berita.