Showing posts with label technology. Show all posts
Showing posts with label technology. Show all posts

Dec 14, 2009

jBatik Mobile, Buat Batik dari Ponsel

Andrian Fauzi - detikBandung


Setelah sukses meluncurkan software jBatik v 2.0, Pixel People Project kembali meluncurkan software untuk mendesain batik dalam versi mobile.
Software yang dinamakan jBatik Mobile ini bisa diinstalkan ke dalam semua jenis ponsel yang berbasis Java. Dengan ukuran file sebesar 800 kilobyte, software ini bisa memenuhi kebutuhan orang untuk mendesain batik kapan saja dimana saja. Seperti dituturkan oleh Nancy Margried, Head of Business and Publication Pixel People Project, di sela Open Lab Exhibition di Jabar Craft Center, Jalan Ir. Juanda No. 19.

Menurutnya, salah satu alasan pihaknya mengeluarkan versi mobile untuk software jBatik adalah untuk mendekatkan batik kepada generasi muda.
"Kita bisa membuat batik di ponsel. Ini adalah jawaban bagi semua yang tertarik dengan batik dan memiliki ponsel. Selain itu juga kita bisa mendekatkan batik dengan generasi muda," tuturnya, Jumat (11/12/2009).

Nancy
juga menambahkan, jBatik Mobile adalah satu-satunya aplikasi untuk membuat batik di dunia. Karena itu dirinya optimis bahwa aplikasi ini dapat diterima oleh seluruh
lapisan masyarakat, tidak hanya untuk pembuat batik, desainer ataupun programer. "Software ini langka dan untuk aplikasi mobile jarang yang tentang desain. Selama ini kebanyakan adalah game. Jadi ini adalah satu-satunya aplikasi mendesain batik di ponsel," terangnya.

Untuk mendapatkan jBatik Mobile bisa didownload di situs resmi milik mereka di www.batikfractal.com.
"Sekali download akan dikenakan biaya Rp 20 ribu. Bisa diinstal disemua jenis ponsel berbasis Java," katanya. Batik fractal adalah motif batik tradisional yan ditulis kembali dalam rumus matematika yang bernama Fractal.

Hasil desain ini kemudian diaplikasikan ke atas kain dengan teknik batik tradisional baik menggunakan cating ataupun cap.
Inovasi batik fractal telah dipatenkan melalui Direktorat Jendral HAKI.

*) berikut ini promonya. maaf telat euy! *_*

Oct 8, 2009

Ilmuwan-ilmuwan Muslim : Pelopor Hebat di bidang Sains Modern


Apa hubungan antara shalat dan ilmu astronomi serta trigonometri?

Mengapa penemuan kertas mendorong kemajuan sains Islam zaman pertengahan?

Apa kaitan aljabar dan hak waris?

Warisan sains Islam zaman pertengahan yang paling dikenal hingga saat ini adalah sistem angka Arab. Sistem angka yang juga digunakan di negara-negara Barat, mengalahkan sistem angka Romawi. Namun buku ini menunjukkan bahwa sains Islam jauh lebih hebat dari pada hanya sistem angka, dan bahkan sangat berpengaruh sehingga menjadi dasar sains Eropa Barat yang muncul belakangan.

Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Zarqali, dan masih banyak ilmuwan Muslim lainnya begitu terkenal di dunia ilmiah Eropa karena karya-karya mereka menjadi acuan sains Eropa. Buku kedokteran al-Qanun fi al-Thibb karya Ibnu Sina menjadi standar sejumlah universitas di Eropa selama berabad-abad. Buku al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l muqabala karya Al-Khawarizmi menjadi dasar aljabar modern. Dalam buku ini, Ehsan Masood memperlihatkan mengapa imperium Islam berhasil memajukan sains sehingga menghasilkan karya-karya yang menakjubkan bahkan untuk ukuran masa kini. Dan lewat buku ini kita bisa mengetahui bahwa keyakinan bergama serta ajaran agama bisa menjadi pendorong kemajuan sains Islam dalam banyak disiplin ilmu.

Aug 31, 2009

Keren, Mahasiswa Gaza Bisa Buat Mobil Sendiri


Sebuah tim yang terdiri dari beberapa mahasiswa Universitas Khan Younes, Gaza, berhasil membuat inovasi dan menatah prestasi yang mencengangkan: mereka mampu membuat mobil sendiri. Mobil tersebut bekerja dengan mesin diesel dan dinamo elektronik, serta dibuat dari sisa-sisa onderdil mobil tua dan bobrok.

Meski mobil hasil kreasi mereka terbilang rakitan, namun tentu saja ini adalah prestasi yang sangat membanggakan. Pasalnya, mereka berinovasi di tengah kecamuk kondisi Gaza yang remuk redam akibat penjajahan, blokade, dan agresi Israel.

Ide awal dari kreasi itu bermula dari gagasan cemerlang dekan fakultas teknik Universitas Khan Younes, Dr. Ghassan Abu Araf, yang berangan-angan kampusnya bisa ikut serta dalam kompetensi pembuatan mobil taraf internasional yang rutin digelar setiap tahunnya di Inggris.

Namun, Abu Araf mendapat banyak kendala untuk keikut sertaan fakultas binaannya dalam sayembara itu karena beberapa kendala. Selain karena minimnya fasilitas teknologi di Gaza, kondisi wilayah itu yang carut-marut, juga karena sayembara itu menstandarkan hasil kreasi yang diikutsertakan berupa mobil bertenaga cahaya, bukan lagi elektronik.

Akhirnya, gagasan dan semangat kreatif Abu Araf untuk dapat membuat mobil sendiri itu pun ia sampaikan kepada para mahasiswanya. Mereka pun menyambut baik dan dimulailah proyek kerja bareng ini.

Sejak awal mula penggarapan, para mahasiwa sudah menampakkan keoptimisannya jika mereka bisa membuat mobil rakitan. "Kami yakin kami mampu membuatnya jika dikerjakan dan dijalani dengan serius dan telaten," tutur Ahmad Shaydam, ketua tim.

Selain itu, tutur Shaydam, tim juga terdorong oleh semangat kuat ingin membuktikan kepada dunia, bahwa sekalipun Gaza terpuruk dan hancur akibat blokade dan agresi Israel, namun tidak menjadikan orang-orang Gaza mengangkat bendera putih, apalagi menjadi kambing congeknya Israel.

"Dan melalui karya, kami hendak curi perhatian dunia agar lebih dapat melihat kami," tambah Shaydam.

Dan, simsalabim, setelah kerja keras yang dilaluinya enam bulah, akhirnya lahirlah kreasi cerdas para mahasiswa Gaza ini.

Shaydam mengisahkan, bahan utama "jeroan" mobil kreasi timnya itu merupakan ramuan dari sisa-sisa onderdil mobil tua dan bobrok yang sudah tidak dipakai, beberapa di antaranya diambil dari bangkai mobil yang menjadi korban serangan Israel.

Setelah selesai merancang bagian dalam, tim mahasiswa itu pun mulai merancang struktur bagian dan tampilan luar mobil yang memakai bahan fiberglas.

"Alhamdulillah, mobil ini mampu berjalan hingga kecepatan 100 KM/jam," terang Shaydam.

Ditambahkan Shaydam, biaya yang dihabiskan untuk membuat mobil rakitan timnya ini pun tak banyak, hanya sekitar 4000 dolar Amerika saja, atau setara dengan 40 juta rupiah.

Tentu saja, pihak yang pertama kali terbelalak atas kreasi para mahasiswa Gaza ini adalah para saudaranya sesama negara-negara Arab, terlebih lagi Arab Teluk seperti Saudi Arabia, yang nota benenya adalah negara kaya raya namun miskin kreasi.

sumber : eramuslim.com

Aug 29, 2009

Eniya, Membuka Jalan ke Kota Hidrogen

oleh Nawa Tunggal (Kompas)

Selama belajar 10 tahun hingga memperoleh gelar doktor di Jepang, 1993-2003, inspirasi puncak Eniya Listiani Dewi meretas jalan menuju ”kota hidrogen” di Indonesia, seperti tahun 2003 saat Jepang mulai mewujudkannya di kota industri otomotif, Fukuoka.

Eniya berhasil membuka jalan ke kota hidrogen setelah memproduksi ”jantung” sel bahan bakar hidrogen dengan komponen lokal 80 persen sehingga harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan pasaran di Asia kini. Masyarakat Ilmu Polimer Jepang memberinya penghargaan atas temuan tersebut dalam simposium internasional di Kobe, 29 Mei 2009 lalu. Sebanyak 4.000 ahli polimer dari berbagai penjuru dunia diundang menghadiri kegiatan itu.

Namun, pemberangkatan Eniya dan semua peserta yang lain kemudian dicegah karena saat itu Kobe terserang pandemi flu A-H1N1. Simposium dibatalkan. Simbol anugerah dikirimkan ke Indonesia dan diterima Eniya akhir Juni 2009.

”Justru masyarakat Jepang lebih dulu menghargai temuan hasil riset tim kami,” ujar Eniya, Kepala Perekayasaan Fuel Cell atau Sel Bahan Bakar pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Eniya, putri pertama dari dua bersaudara pasangan Hariyono (almarhum) dan Sri Ningsih, asal Magelang, Jawa Tengah, ini meraih banyak penghargaan di bidangnya.

Memulai dari Akhir

Memahami kota hidrogen mencakup pemenuhan kebutuhan energi masyarakat kota secara ramah lingkungan. Tujuannya, melanggengkan kehidupan kota tanpa risiko pencemaran karena sel bahan bakar hidrogen menghasilkan energi tanpa mengemisi karbon dan limbahnya hanya air dan panas.

Aplikasi sel bahan bakar untuk kota hidrogen bertujuan memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari penerangan, memasak, sampai kendaraan. Jadi, knalpot kendaraan tak mengepulkan asap, tetapi mengucurkan air murni.

Menurut Eniya, Jepang membuat simulasi kota hidrogen dengan membagikan generator sel bahan bakar berkapasitas 1.000 watt-2.000 watt kepada 2.000 keluarga di Fukuoka untuk penggunaan cuma-cuma selama lima tahun. Disediakan pula angkutan umum bus dengan bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan.

Keinginannya mewujudkan kota hidrogen di Indonesia memang terkesan tak mungkin. Di balik itu Eniya mengungkap spirit dari teknokrat BJ Habibie dalam teknik berinovasi, yaitu start from the end atau memulai dari yang terakhir.

Kenangan akan Habibie terus mengendap karena Eniya berhasil mewujudkan keinginannya sejak kecil untuk studi di luar negeri berkat kebijakan Habibie era 1990-an. Saat itu, Kementerian Negara Riset dan Teknologi di bawah Habibie memberi beasiswa bagi lulusan SMA berprestasi untuk melanjutkan studi ke berbagai negara industri. Ia terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa dalam program Science and Technology Advance Industrial Development (STAID) Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Eniya menyelesaikan S-1 di Universitas Waseda, Tokyo, hingga memperoleh gelar doktor (S-3) pada Fakultas Aplikasi Kimiawi, Polimer, Katalis, dan Sel Bahan Bakar. Teknologi sel bahan bakar termasuk the end atau bagian akhir pengembangan teknologi mutakhir menyongsong peradaban ramah lingkungan dalam pemenuhan energi dengan sumber energi tak terbatas, seperti air sebagai sumber hidrogen.

Menurut Eniya, metode produksi hidrogen, selain proses elektrolisis dari air, dapat pula ditempuh seperti di Fukuoka, yakni mengubah metana dari berbagai bahan bakar gas, termasuk biogas menjadi hidrogen.

Memupuk Harapan

Seperti para periset dan perekayasa lain, Eniya berharap ada investor yang mampu mengaplikasikan temuannya untuk pengembangan sel bahan bakar secara kompetitif. Ia membuka secara transparan, bagaimana mengganti komponen ”jantung” sel bahan bakar impor dari AS atau Jepang dengan komponen-komponen lokal.

Manufaktur generator sel bahan bakar dengan komponen lokal sudah diuji menurunkan 80 persen harga dari pasaran Asia. Substitusinya antara lain pada material katalis elektrode sel bahan bakar impor dengan logam platina, yang berharga jauh lebih mahal, diganti komponen lokal vanadium yang fungsi dan keandalannya tak jauh beda.

Penggunaan nafion pada polimer elektrolit sel bahan bakar impor seharga 1.000 dollar AS (sekitar Rp 10 juta) per meter persegi disubstitusi proses sintesis hidrokarbon polimer nanosilika berharga Rp 1,5 juta per meter persegi, atau berkurang 85 persen. Substitusi material impor juga untuk komponen lain sel bahan bakar yang dirangkai berurutan membentuk lapisan stack fuel cell atau generator sel bahan bakar.

Komponen itu meliputi end-plate, current collector, graphite bipolar-plate, dan membrane electrode assembly (MEA) sebagai ”jantung” sel bahan bakar. Rangkaian stack fuel cell impor (tanpa MEA) senilai Rp 23,95 juta bisa diturunkan menjadi Rp 5 juta.

”Untuk mengaplikasikan temuan ini, saya berpijak pada upaya memproduksi listrik permukiman dengan sumber hidrogen yang menyesuaikan sumber daya setempat. Aplikasi untuk sistem transportasi bisa menyesuaikan kemudian,” ujar Eniya.

Jun 8, 2009

Universal ‘Rubik’s Cube’ Could Become Pentagon Shapeshifter

by Noah Shachtman


Even by the standards of the Pentagon fringe science arm, this project sounds far-out: “programmable matter” that can be ordered to “self-assemble or alter their shape, perform a function and then disassemble themselves.” But researchers backed by Darpa are actually making progress on this incredible goal, Henry Kenyon at Signal magazine reports.

One day, that could lead to “morphing aircraft and ground vehicles, uniforms that can alter themselves to be comfortable in any climate, and ’soft’ robots that flow like mercury through small openings to enter caves and bunker complexes.” A soldier could even reach into a can of unformed goop, and order up a custom-made tool or a “universal spare part.”

One team from Harvard is working on a kind of “generalized Rubik’s Cube” that can fold into all kinds of shapes. Another is trying to order large strands of synthetic DNA to bind together in a “molecular Velcro.” An MIT group is building “self-folding origami” machines that “use specialized sheets of material with built-in actuators and data. These machines use cutting-edge mathematical theorems to fold themselves into virtually any three-dimensional object.”

The Programmable Matter project is five months into its second phase, which is supposed to wind up early next Spring. When they’re done, the researchers ought to “assemble four or five three-dimensional solids of a specific size and shape from a set of building blocks.”

Intel, which has done a bunch of programmable matter work on its own, is looking beyond those basic steps. Way, way beyond. The malleable stuff could one day “mimic the shape and appearance of a person or object being imaged in real time, and as the originals moved, so would their replicas,” according to their website. “These 3D models would be physical entities, not holograms. You could touch them and interact with them, just as if the originals were in the room with you. ”

source : http://www.wired.com/dangerroom

May 1, 2009

Galelobot 2009, Peminat Robotika Meningkat

BANDUNG, itb.ac.id

Salah satu aplikasi dari sistem kendali otomatis sederhana adalah line follower robot. Pengembangan teknologi yang berbasis mikrokontroler dan mikroprosesor dalam pembuatan robot ini dapat dijadikan dasar untuk membuat aplikasi yang lebih kompleks, seperti pengontrol pada mesin-mesin industri.


Mahasiswa sebagai sumber daya manusia yang mempunyai peranan penting dalam pengembangan teknologi diharapkan mampu untuk menggarap teknologi sistem kendali otomatis lebih baik lagi agar dapat memaksimalkan industri-industri yang telah ada. Didasari hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik ITB berinisiatif untuk mengadakan acara yang dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa serta mendorong munculnya pemain baru yang berkompeten di bidang teknologi sistem kendali otomatis. Inisiatif tersebut diwujudkan dalam kompetisi line follower robot. Tahun ini merupakan kali ketiga diadakan ajang perlombaan Ganesha Line Follower Robot (Galelobot). Perlombaan yang dilaksanakan selama dua hari dari Kamis(23/04/09) hingga Jumat (24/04/09) mengambil tema "Criusing to the Right Path, Racing to the Victory".

Sebanyak 40 universitas dan politeknik dari berbagai kota di Indonesia turut ambil bagian meramaikan kompetisi robot bertajuk Galelobot 2009 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung. Terdapat 150 tim dari 40 universitas dan politeknik yang mendaftar, namun pada hari H hanya 129 tim yang lolos dan mendaftar ulang. Tahun ini panitia membatasi kuota peserta hanya 150 tim, yang masing-masing tim terdiri dari maksimal tiga orang peserta. Terlihat dari jumlah tim yang ingin mendaftar, bahwa tahun 2009 ini peminat robotika semkain meningkat.

Pada Galelobot, para robot harus berlomba dalam mengikuti alur pita hitam yang telah ditentukan oleh panitia. Tidak hanya harus benar, tetapi juga cepat. Robot yang paling cepat atau paling dekat dengan garis finish dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh panitia, maka akan menjadi pemenangnya, ungkap Khalifa sebagai ketua Galelobot 2009.

Hari pertama (Kamis, 23/4) merupakan babak penyisihan peserta. Peserta yang tadinya terdiri dari 129 tim, akan diambil 32 tim terbaik untuk mengikuti kompetisi di hari berikutnya. Selanjutnya, peserta yang terpilih pada hari pertama, kemudian akan di saring kembali untuk menentukan juara I, II, dan III pada hari kedua (Jumat, 24/4). Terdapat juga kategori pemenang untuk Desain Robot Terbaik dan Robot Terfavorit.

Selain ajang kompetisi robot, Galelobot juga terdiri dari beberapa rangkaian acara, yaitu seminar dan pameran. Untuk seminar yang bertajuk "Artificial Intelligence Pada Robot" dihadirkan beberapa pembicara yang kompeten di bidang robotika. Peserta seminar sendiri terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum. Sedangkan pameran robot diisi oleh lima perusahaan yang bergerak di bidang robotika.


Juara Galelobot 2009

Juara 1 : Gro-Back

* Kartiko Nugroho (Teknik Elektro UGM)

Juara 2 : Om_Hungry

* Aditya Rifki Dwi P P (Teknik Elektro UGM)
* Wijaya Yudha Adtmaza (Teknik Elektro UGM)

Juara 3 : ICE TEA

* Adi Sastra ( Teknik Fisika UGM )
* Kiki Rahmat Syair ( Teknik Fisika UGM )
* Yunus Siagian ( Teknik Fisika UGM )

Juara Terfavorit : TF-5

* Dito Eka Cahya ( Teknik Fisika ITB )
* Muhammad Fahmi ( Teknik Fisika ITB )
* Taopik Hidayat ( Teknik Fisika ITB )

Juara Desain Terbaik : LILOP

* Nurfitri Anbarsanti ( Teknik Elektro ITB )
* Karina Asri Maya ( Teknik Elektro ITB )
* Nadhila Shabrina ( Teknik Elektro ITB )

Apr 18, 2009

Aerial view of USS JFK

A W E S O M E !!
source : digg.com

Mar 29, 2009

Hubble's greatest hits: Hubble space telescope images


The Hubble Space Telescope was launched in April 1990. After the problems with its main mirror were fixed, it started sending beautifully detailed images of space back to earth. Here are some of the best

Staring across interstellar space, the Cat's Eye Nebula lies three thousand light-years from Earth. One of the most famous planetary nebulae, NGC 6543 is over half a light-year across and represents a final, brief yet glorious phase in the life of a sun-like star

Picture : NASA

Source : Telegraph.co.uk


Mar 21, 2009

300 Siswa Ikuti Robotic School Cup 2009

















JAKARTA
, kompas.com


Sebanyak 300 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Jakarta mengikuti kontes Robotic School Cup 2009 di Atrium Mal Taman Palem, Jakarta Barat. Mereka akan bertanding di dalam enam kategori perlombaan, yaitu Building and Construction, Legged Obstacle Race, RC Under Water Robot, RC Under Water Rescue Robot, Fire Fighting Robot, dan Street Soccer Robot.

Menurut Ketua Panitia Kompetisi, Yohanes Kurnia, ajang kompetisi ini untuk mendorong anak Indonesia dapat merancang dan menciptakan robot sendiri.

"Sudah saatnya anak Indonesia mampu membuat robot sendiri dengan bahan-bahan yang diproduksi dalam negeri," ujarnya.
Yohanes menambahkan semua pererta kompetisi kali ini adalah murid sekolah-sekolah yang telah mengikuti program pengajaran robotic Simulated Artificial Robot Intelligence (SARI) selama enam bulan.

Selain mengadakan kompetisi robot, pada acara kali ini juga bisa disaksikan Robotic Show. Beberapa robot seperti Humanoid Robot dari Jepang, Educational Robot dari Korea, robot-robot mekanik dari Fakultas Teknik Elektro UKRIDA, dan berbagai robot buatan SARI dipamerkaan di ajang ini.
Robotic School Cup 2009 akan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (22/3) besok.

Feb 26, 2009

Dies Emas ITB: Open House dan Pameran Inovasi IPTEKS

BANDUNG, itb.ac.id

Jumat (27/02/09), pukul 09.00, Rektor ITB, Djoko Santoso, direncanakan akan membuka "Open House dan Pameran Inovasi IPTEKS" yang merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Emas untuk puncak kegiatan Maret 2009. Berlangsung Jumat (27/02/09)-Minggu (01/03/09) di Aula Barat dan Timur, Open House akan menyajikan informasi lengkap mengenai Program Studi, Fakultas/Sekolah, dan Unit Kerja yang ada di ITB. Acara kemudian dilanjutkan dengan Pameran Inovasi IPTEKS yang direncanakan akan dibuka oleh Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla, Senin (02/03/09).


"Diharapkan, para siswa, guru, atau orang tua yang hadir pada acara Open House dapat membayangkan pendidikan yang ada di ITB. Juga sebagai sarana sosialisasi cara masuk menjadi mahasiswa ITB," ujar Setiawan Sabana, Ketua Acara ini. Pada Open House ini juga akan dilakukan loka karya bagi guru-guru se-Jawa Barat dengan mengambil tema "Model Transformasi Sikap, Karakter, dan Intelektualitas dari Posisi Siswa ke Mahasiswa".

Pameran Inovasi IPTEKS akan berlangsung sebagian besar di daerah Campus Center ITB. Pameran yang terbagi menjadi zona-zona tertentu memudahkan pengunjung dalam berinteraksi dengan stand-stand yang ada. Zona tersebut, antara lain Energi (migas serta berbagai energi alternatif), Bioteknologi, Pengelolaan Lingkungan dan Sumberdaya Alam, Teknologi Informasi, Pengembangan Wilayah dan Infrastruktur, Industri Kreatif, Mesin otomotif, dan Senirupa dan Desain.

Industri Kreatif akan ditempatkan di Campus Center (CC) Barat. Kriya Nusantara yang dikerjakan oleh alumnus FSRD ITB akan memamerkan produk kerajinan ekspor pada salah satu stand di CC Barat tersebut. Di zona yang sama juga akan ditampilkan instrument musik teknologi karya STSI Bandung. STSI akan menampilkan sampah-sampah elektronik yang telah ditambahkan nilainya sehingga menghasilkan suara khas instrument musik, seperti suara kecapi. "Buat saya, karya STSI menarik karena untuk menampilkan karya tersebut diperlukan perpaduan imajinasi, keterampilan, dan teknologi ," ujar Setiawan ketika ditanya hal menarik dari zona Industri Kreatif.

Pada pameran ini juga akan ditampilkan produk-produk yang langsung didemokan di tempat. Mobil air karya LAPI Indowater yang akan merubah air kotor menjadi air bersih dan Turbin Angin Balon akan mendemonstrasikan produknya di hadapan pengunjung.

Bekerja sama dengan Metro TV sebagai media partner, ITB berharap Dies Emas ini memandu masa depan bangsa untuk mewujudkan daya saing bangsa melalui keunggulan teknologi. "Insya Allah meriah. Masyarakat umum dan kampus-kampus lain akan datang sehingga kesempatan ini dapat menjadi jendela untuk saling melihat dan diharapkan ada deal-deal tentang riset sehingga dapat direspon oleh stakeholder yang lain," kata Setiawan menutup wawancara dengan Kantor Berita ITB.

Feb 5, 2009

Korea to get 1Gbps Downloading by 2012 .. damn!

While we're all celebrating Charter's 60Mbps broadband access here in the US, the Korea Communications Commission is spending $24 billion to secure 1Gbps access by 2012.

1Gbps allows you to download a 120-minute film in 12 seconds.

There's one small catch to the commission's plan, which is that only large cities in Korea will have access to the top tier broadband. But surrounding smaller areas will still have access to 50 to 100 Mbps speeds...or about 10 to 20 times the speed of what I get in my DSL-only apartment building.

In the words of Matt Buchanan, "That and bibimbap? Man I hate Korea." [Fareastgizmos]

____________________

*) damn, wish we get that too in Indo!

source : http://i.gizmodo.com

Jan 12, 2009

Presentasi Share ITB: Nuklir Untuk Ketahanan Listrik di Indonesia

BANDUNG, itb.ac.id

Salah satu unit kegiatan mahasiswa ITB yang memfokuskan diri pada riset, kembali menyelenggarakan presentasi terbuka, kali ini mengangkat topik "Nuclear Power Plant For Electricity in Indonesia", Sabtu (06/12) lalu. Presentasi diisi oleh perwakilan Share Energy Network, Siti Reiwanti Auliyani (MIPA'08), perwakilan Social Issue Network, Gladys Emmanuella Putri Langi (SITH'08), dan dilanjutkan oleh Kepala Laboratorium Nuklir Fisika ITB, Dr. Zaki Su'ud M. Eng. Presentasi diarahkan seputar prospek nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia dari segi teknologi, keamanan, sosial, dan lingkungan.


Dalam kajian Energy Network yang disampaikan Siti Reiwanti, produksi energi Indonesia tahun 1999-2010 terus menurun dari 1480 hingga 1050 MBOPD (Thousand Barrels of Oil Per Day).Sementara, konsumsi energi terus meningkat dari 980-1650 MBOPD.Beberapa daerah di Indonesia seperti Aceh, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatra Barat, dan Riau,bahkan mengalami Break Event Point (BEP) dalam hal ketahanan listrik.

Saat ini, di dunia telah dibangun 443 Pembangkit Listrik Tenaga Listrik Nuklir dengan total kapasitas 376 GW. Asia, ternyata merupakan regional di dunia yang mengalami perkembangan signifikan dalam hal energi nuklir. Di Asia Timur dan Selatan telah beroperasi 109 reaktor nuklir, 18 pada tahap pembangunan, dan lebih dari 110 reaktor pada tahap perencanaan.Di Indonesia,Reaktor Nuklir Triga Mark 2000 yang berlokasi di Bandung menghasilkan power output 2000KW pada tahun 2000, reaktor nuklir Kartini yang beroperasi di Yogyakarta menghasilkan power output 100KW,dan reaktor nuklir G.A.Siwabessy yang berlokasi di Serpong, Tanggerang menghasilkan power output 30 MW.

Prinsip kerja reaktor, seperti yang dipaparkan Zaki Su'ud, berawal dari reaksi fisi beruntun, yaitu reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti atom lainnya, menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi elektromagnetik. Satu gram Uranium-235 dapat menghasilkan 81,97 Giga Joule energi atau setara dengan keluaran daya 1MW day.

Dalam hal sistem pengendalian nuklir, bila jumlah netron dari waktu ke waktu bertambah, reaktor dalam kedaan super kritis (daya meningkat) maka batang kendali masuk dalam teras dan penyerapan netron akan lebih intensif sehingga populasi netron akan cenderung menurun dan daya akan turun. Bila jumlah netron dari waktu ke waktu menurun, reaktor dalam keadaan sub kritis (daya menurun)maka batang kendali ditarik keluar teras dan penyerapan netron berkurang sehingga populasi netron cenderung meningkat dan menyebabkan kenaikan daya. Bila jumlah netron dari waktu ke waktu stabil maka reaktor dalam keadaan kritis, sistem batang kendali yang akan mengontrol posisi penyerap netron yang kuat(Misal B-10) masuk atau keluar teras reaktor. Beberapa alternatif sistem pengendalian reaktor diantaranya memanfaatkan umpan balik reaktivitas-perubahan temperatur dan parameter lain dari teras dimanfaatkan untuk mengendalikan teras-, menggunakan sistem reflektor-pada beberapa reaktor inovatif-, dan menggunakan komponen pasif.

Standar-standar dalam pembangunan dan pengoperasian reaktor nuklir diantaranya reaktor nuklir merupakan produk yang dikontrol internasional dengan sangat ketat sehingga jaminan kualitasnya termasuk yang paling baik diantara produk-produk industri yang ada. Selain itu, standar-standar dan prosedur termasuk dalam hal pengoperasian dan sistem keselamatan harus diterapkan dengan sempurna agar izin pengoperasian dapat berjalan secara lancar.

Dari segi sosial dan lingkungan, Gladys memaparkan Nuclear Waste dapat di-recycle setelah dilakukan treatment atau distorasi setelah dikonsentrasikan. Negara yang telah menerapkan metode ini diantaranya Inggris dan Prancis. Di Indonesia, kegiatan memproses limbah radioaktif tengah dilakukan oleh Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) di Serpong, Banten, dibawah kendali Badan Tenaga Atom Nasional (Batan)


Nov 1, 2008

Someone at Digg.com likes physics... cool!


Have you ever had a good look at the source code for Digg.com?

Perhaps you don't even know what the source code for a website is; in that case you may not be interested in this. But for the rest of you, I have found something that is quite strange and there appears to be a comical physicist working on the code at Digg.com.

If you view the source code for digg.com and go down to the very bottom you will notice this line:

-- digg is done serving you. 2.01355321270u 137.03599911 6.6742x10-11m3kg-1s-2 6.6742x10-11m3kg-1s-2 -->

This line was just a comment and will not appear anywhere on the actual website, making it basically useless. But then you start wondering what the significance of these number are, and why someone would waste the time putting these seemingly useless numbers there in the first place.

Of course I am to curious to let this go on without finding some type of explanation so to the search engine I went.

The first number of the series,
2.01355321270u is the atomic mass of the hydrogen isotope known as deuterium. The atomic mass can be defined as the total mass of protons, neutrons and electrons in a single atom, expressed in unified atomic mass units.
The nucleus of deuterium, called a deuteron, contains one proton and one neutron, whereas the far more common hydrogen nucleus contains no neutrons. For more information you can have a look at the Wikipedia page on deuterium.


The second number,
137.03599911 is quite a bit more complicated and is the inverse of the Sommerfeld fine-structure constant. The fine-structure constant is 1/137.03599911, it is the measure of the strength of the electromagnetic force that governs how electrically charged elementary particles (e.g., electron, muon) and light (photons) interact.

I warned you that it was complicated and I am not even going to try to explain that number any further because I know too little about quantum electrodynamics. But feel free to check out this page for more info.

The final 2 numbers in the series are just the same number,
6.6742x10-11m3kg-1s-2, multiplied by itself, making it the square of a number. The number that is being squared is actually pretty common in any type of physics and is known as the Gravitational constant (G). The gravitational constant appears in Newton's law of universal gravitation, but it was not measured until 1798 — 71 years after Newton's death — by Henry Cavendish. For more reading on this check out Wikipedia.

After looking at these number for a while trying to understand the meaning of this equation it finally hit me.

The numbers spell out a secret message D I G G !

You see the numbers represent Deuterium, Inverse of the fine structure constant, G, G

Yes, someone at Digg.com is as much of a geek as me and decided to use science to encrypt a secret message, and now that I have solved it I will be able to sleep at night.

To look at the source of the website go to digg.com and click the view tab and click "page source" (for Firefox of course).

[source: www.hyperevo.com]

Jul 24, 2008

Microsoft Innovative Teacher - Bolehkah Software Bajakan Dipakai untuk Pendidikan?

Fino Yurio Kristo - detikinet

Yogyakarta - Perhelatan Microsoft Innovative Teacher di Yogyakarta rupanya juga menjadi ajang para guru mencurahkan isi hati. Salah satunya soal software bajakan.

"Di sekolah saya semua komputer memakai software bajakan. Bagaimana itu pak, boleh atau tidak?" demikian pertanyaan polos seorang guru di sela-sela acara di yang berlangsung di Yogyakarta ini.

Menanggapi hal itu, Rapin Mudiardjo, penggiat Teknologi Informasi dari ICT Watch menjelaskan bahwa hal semacam itu memang dilematis karena dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan. Namun memang jelas bahwa memakai software bajakan dilarang undang-undang.

Sebelumnya, dilema semacam ini juga menimpa warnet yang memakai software ilegal. Dan memang secara ekonomi, harga software berlisensi relatif mahal bagi masyarakat Indonesia.

Solusi yang sudah ditempuh misalnya dengan pendanaan laboratorium komputer yang sudah lengkap dengan software asli di sekolah, atau bisa juga dengan memakai software Open Source. Namun kendalanya, Open Source relatif belum memasyarakat sehingga banyak yang lebih memilih software bajakan.

"Memang ini masih menjadi pekerjaan rumah yang besar baik bagi pemerintah maupun pemegang lisensi, dalam hal ini Microsoft," tutur Rapin.

Baca selengkapnya

Feb 2, 2008

The Internet's under sea world... wow!


source : [the net]

Jan 29, 2008

A view inside the Airbus A380 cockpit


It's very cool. Imagine that you are the pilot of Airbus A380.
Click here!

Jan 26, 2008

Nano-Prospecting

Energy companies pour millions into nanotechnology for oil and gas recovery


Could nanotechnology help squeeze more oil and gas out of the ground? That's the hope of a consortium of energy companies that is putting millions of dollars into the development of new micro- and nanosensor technologies.

The seven companies that make up the Advanced Energy Consortium (AEC), which includes Halliburton Energy Services, BP America, and ConocoPhilips, will put up $21 million in total to fund the research. The aim is to develop subsurface sensors that can be used to improve both the discovery and the recovery of hydrocarbons.

"It's been a long time coming," says Wade Adams, director of the Richard E. Smalley Institute for Nanoscale Science and Technology at Rice University, in Houston, a technical partner to the consortium. "It's the first time the energy companies have got together to fund this kind of research, so it really is a big deal," he says.

Read more

Dec 29, 2007

Dec 18, 2007

'Death Star' Galaxy Black Hole Fires at Neighboring Galaxy

A black hole jet at the center of a galaxy strikes the edge of another galaxy.
Image Credit: X-ray: NASA/CXC/ CfA/D.Evans et al.; Optical/UV: NASA/ STScI; Radio: NSF/VLA/CfA/D.Evans et al., STFC/JBO/MERLIN

WASHINGTON - A powerful jet from a super massive black hole is blasting a nearby galaxy, according to new findings from NASA observatories. This never-before witnessed galactic violence may have a profound effect on planets in the jet's path and trigger a burst of star formation in its destructive wake.

Known as 3C321, the system contains two galaxies in orbit around each other. Data from NASA's Chandra X-ray Observatory show both galaxies contain super massive black holes at their centers, but the larger galaxy has a jet emanating from the vicinity of its black hole. The smaller galaxy apparently has swung into the path of this jet.

This "death star" galaxy was discovered through the combined efforts of both space and ground-based telescopes. NASA's Chandra X-ray Observatory, Hubble Space Telescope, and Spitzer Space Telescope were part of the effort. The Very Large Array telescope, Socorro, N.M., and the Multi-Element Radio Linked Interferometer Network (MERLIN) telescopes in the United Kingdom also were needed for the finding.

"We've seen many jets produced by black holes, but this is the first time we've seen one punch into another galaxy like we're seeing here," said Dan Evans, a scientist at the Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics and leader of the study. "This jet could be causing all sorts of problems for the smaller galaxy it is pummeling."

Read more

Dec 15, 2007

Korean scientists clone cats that glow in the dark!

by Sandra Porter


This is a-mewsing.



[Photo Credit: Gyeongsang National University]


When Genetic Savings and Clone shut their doors it looked like wishful cat owners were going to be out of luck and short of kittens.

Never fear, the South Korean scientists at Gyeongsang National University have come to the rescue. I couldn't find all the details in the news articles but it appears that they inserted a gene for red fluorescent protein into a somatic cell from a cat, transplanted the cell into an egg cell, put the egg into a female cat's womb and a few weeks later, voila!, lovely white Angora cats that glow in the presence of a black light.

The only question now is how long will be before you can buy a glowing cat to match your fish?